Demikian dikatakan oleh Direktur Sumber Daya Manusia dan Hubungan Perusahaan PT Frisian Flag Indonesia (FFI) Hendro H Poedjono usai acara penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama penyaluran program kemitraan Bank Mandiri, di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/6/2008).
"Harga bahan baku skim yang masih tinggi dan kenaikan BBM memaksa kita menaikkan harga susu 2% sampai 4% bulan depan terutama untuk susu bubuk," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau susu kental manis belum terlalu terpengaruh karena gulanya 40% yang berasal dari bahan baku lokal. Sedangkan susu bubuk komponen impor tingginya," urainya.
Ia mencontohkan harga bahan baku skim untuk susu bubuk pada Januari 2007 mencapai US$ 2.100 per ton, hingga akhir tahun telah mencapai US$ 5.100 per ton sedangkan posisi pada bulan ini mencapai US$ 4.500 per ton. Bahan baku skim selama ini diperoleh dari Australia.
"Kalau kita lihat kenaikannya sudah 50%, namun industri enggak bisa naikan 50%, kita tekan dari keuntungan kalau tahun depan bagus maka kita bisa bertahan. Industri susu itu ada priode dimana margin tidak ada," paparnya.
FFI hingga kini mampu mempertahankan volume produksinya bahkan sampai kini telah tumbuh 10%, hingga akhir tahun penjualan ditargetkan tumbuh hingga 30%.
Ia menambahkan bahwa potensi pasar susu di Indonesia sangat besar karena ditopang dengan tingkat konsumsi susu yang masih rendah per kapitanya.
"Di Indonesia konsumsi 60% untuk susu bubuk selebihnya konsumsi cair dan kental manis. Konsumsi perkapita kita masih 8 liter per tahun, kalau ada kenaikan 15 liter saja sudah naik 50% lumayan kan. Kalau di AS itu konsumsi susunya perkapita mencapai 200 liter per tahun," jelasnya.
Hingga kini produksi susu FFI mencapai 1,4 juta liter per hari. Sehingga dengan produksi yang masih terbatas tersebut kebijakan pemerintah, lanjut Hendro, sangat penting untuk mendorong industri susu dalam negeri misalnya dalam bentuk insentif.
"Soal insentif pemerintah telah menjanjikan pengurangan bea masuk untuk skim dari 5% menjadi 0%, sekarang masih digodok, mudah-mudahan tahun ini sudah keluar," ungkapnya.
(hen/ir)











































