Venezuela Tolak Undangan Saudi

Bahas Lonjakan Minyak

Venezuela Tolak Undangan Saudi

- detikFinance
Kamis, 19 Jun 2008 10:38 WIB
Venezuela Tolak Undangan Saudi
Caracas - Venezuela menolak undangan pertemuan dari Arab Saudi untuk membahas lonjakan harga minyak yang terjadi akhir-akhir ini. Pertemuan itu dinilai tak ada gunanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perminyakan Venezuela, Rafael Ramirez disela-sela ajang bisnis perminyakan di Maracaibo, Vanezuela, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/6/2008).

Venezuela juga menilai tak ada gunanya OPEC menggelar pertemuan lebih awal dari jadwal semula yakni September untuk mendiskusikan harga minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Venezuela juga menolak menaikkan kuota produksi, mengikuti langkah yang akan diterapkan oleh Arab Saudi sebelumnya. Arab Saudi sebelumnya berjanji untuk menaikkan produksi sekitar 200 ribu barel menjadi 9,7 juta barel per hari guna menurunkan harga minyak dunia.

Namun Venezuela menilai langkah itu akan sia-sia. Menurut Ramirez, masalah harga minyak tak ada kaitannya dengan produksi minyak dunia. Ia menyebut spekulasi, suhu geopolitik dan pelemahan dolar sebagai biang keladi, padahal pasar mendapatkan suplai yang cukup.

Sementara AFP melaporkan, negara-negara utama penghasil minyak akan menggelar pertemuan di Jeddah mulai Minggu (22/6/2008) untuk mendiskusikan lonjakan harga minyak yang dinilai bisa mengganggu perekonomian dunia. Acara diskusi tersebut diprakarsai oleh Arab Saudi.

Sejumlah pejabat penting yang dijadwalkan hadir adalah Sekjen OPEC Abdullah al-Badri, PM Inggris Gordon Brown, Menteri Ekologi Prancis Jean-Louis Borloo dan Menteri Ekonomi Jerman Michael Glos.

OPEC sebelumnya juga menyerukan adanya pertemuan untuk merespons harga minyak yang tak kunjung mau turun dan sudah naik hingga 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Sementara harga minyak di pasar Asia kembali turun seiring memudarnya keprihatinan soal suplai dari Nigeria. Harga minyak jenis light turun 53 sen ke level US$ 136,15 per barel. Sementara minyak jenis Brent turun 49 sen ke level US$ 135,95 per barel.


(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads