Demikian disampaikan Marketing and Sales PT MMI Yoshiya Horigome dalam peluncuran Mazda5 yang baru di Senayan City, Jakarta, Kamis (19/6/2008).
"Tahun lalu, Januari sampai Mei kami jual 300 unit, tapi tahun ini, Januari sampai Mei sudah 900 unit. Jadi naik 3 kali lipat," ujarnya.
Pertumbuhan penjualan yang pesat ini dipicu sejak pengambilalihan penanganan penjualan dari distributor sebelumnya. Kini Mazda menangani distribusi dan penjualannya sendiri.
"Setelah men-take over dari distributor sebelumnya, banyak perubahan. Misalkan membangun pondasi bisnis yang lebih baik, mengeluarkan lebih banyak dan yang paling signifikan adalah kami lebih dikenal masyarakat," katanya.
Dari penjualan sebanyak itu, sekitar 50 persennya merupakan pick up truck yang laris manis di daerah pertambangan seperti Kalimantan dan Sumatera.
"Kombinasi persentase tersebut memang sesuai yang sudah diprediksikan. Dari awal kita tahu truck akan lebih banyak. Kedepan kita lihat porporsi bisa saja berubah, kendaraan penumpang bisa lebih banyak," katanya.
Â
Mazda rencananya juga akan meluncurkan 3 produk baru lagi dalam setengah tahun terakhir. Namun Yoshiya belum bersedia menyebutkan jenis kendaraan yang akan diluncurkan dan kapan waktunya.
Â
Ia menegaskan, konsumen yang menjadi targetnya adalah masyarakat menengah keatas. Karena targetnya adalah kelas premium, maka tidak terkena dampak kenaikan harga BBM secara langsung.
Â
"Kami aware soal kenaikan BBM, tapi karena target kita kelas yang lebih premium, jadi efeknya tidak terasa secara langsung," ujarnya.
(lih/qom)











































