Dengan perhitungan tersebut, maka potensi penerimaan negara dari produksi dan penjualan batubara bisa mencapai Rp 10,837 triliun.
Demikian dipaparkan Dirjen Minerbapabum Simon Sembiring dalam paparan di rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (19/6/2008).
"Penerimaan ini belum termasuk dari pajak. Kalau pajak sekitar 1:1, Jadi kalau ditambah pajak jadi sekitar Rp 20 triliun," katanya.
Rincian penerimaan negaranya pada 2009 untuk batubara kualitas tinggi US$ 610 miliar, untuk kualitas sedang US$ 399 miliar, dan kualitas rendah US$ 24,3 miliar. Dengan kurs Rp 9.200 per dolar, maka penerimaanya mencapai Rp 10,837 triliun.
Pada 2008 penerimaan negara dari pertambangan umum ditargetkan Rp 10,2 triliun. Naik dari 2007 yang tercapai sebesar Rp 8,697 triliun.
Rata-rata harga PKP2B freight on board (FOB) Vessel untuk batubara kualitas tinggi (diatas 6.100 kalori) US$ 62,57/ton, batubara kualitas sedang (5100-6100 kalori) US$ 52,69/ton, dan kualitas rendah (di bawah 5.100 kalori) US$ 41/ton.
Rata-rata harga PKP2B freight on board (FOB) Barge untuk batubara kualitas tinggi (diatas 6100 kalori) US$ 52,91/ton, batubara kualitas sedang (5.100-6.100 kalori) US$ 43,08/ton, dan kualitas rendah (di bawah 5.100 kalori) US$ 30/ton.
Rata-rata harga KP freight on board (FOB) Barge untuk batubara kualitas sedang (5.100-6.100 kalori) US$ 38,25/ton, dan kualitas rendah (di bawah 5.100 kalori) US$ 30/ton.
(lih/ddn)











































