"Adidas berkenan memberikan order lagi di pabrik itu dengan ketentuan ada perbaikan manajemen, termasuk manajemen keuangan di PT partnernya itu," kata Menakertrans Erman Suparno.
Ia menyampaikan hal itu usai peresmian Masjid Assalam WalAfiat dan Gedung Pertemuan Pusat K3 di kantor pusat K3 di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (20/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada dasarnya beliau (Georg) menjelaskan Adidas tidak ada masalah sebetulnya, kecuali ini masalah dari manajemen PT Prima Inreksa Industries," urai Erman.
Adidas menegaskan tidak akan hengkang dari Indonesia dalam pertemuan tersebut. Menurut Erman, Adidas justru akan mengembangkan usaha di Sukabumi yang menyerap tenaga kerja cukup besar.
Selain itu, perwakilan dari Adidas juga menyampaikan perhatiannya terhadap nasib sekitar 6.000 karyawan PT Prima. Masalah itulah yang juga menjadi salah satu perhatian Depnakertrans, yakni menyangkut nasib karyawan.
"Pertama, bagaimana agar perusahaan itu tetap eksis sehingga pekerja itu bisa tetap ada kelangsungan usaha. Kedia, kita mengingatkan kalau terjadi apa-apa tentu yang paling utama adalah tidak terjadi PHJ," kata Erman.
Menurutnya, kalau terjadi apa-apa dengan PT Prima, maka manajemen tetap harus bertanggung jawab memenuhi hak-hak pekerja sesuai dengan UU yang berlaku yakni UU No 13 tahun 2003.
Erman mengaku belum tahu persis duduk persoalannya karena belum bertemu dengan manajemen PT Prima. Namun dari informasi yang diperoleh, telah terjadi mismanajemen dalam perusahaan tersebut.
"Yah mirip-mirip kasus.... bukan kayak Nike, Nike kan ada ada penyelamatan, ini seperti kasus Tong Yang, bedanya ini kan owner-nya dalam negeri jadi tidak lari, kalau Tong Yang kan lari," tegas Erman.
Mengenai penyelesaian mismanajemen ini, menurut Erman tidak bisa hanya sekedar antara manajemen dan Adidas, namun juga dengan pihak perbankan dalam hal ini BNI.
"Pemerintah akan tetap berupaya bersama dengan Departemen Perdagangan dan Perindustrian. Seperti kasus Nike lah, tetap berupaya supaya perusahaan ini tetap eksis, pekerja juga tetap eksis, mudah mudahan ini berhasil," pungkasnya.
(qom/ir)











































