"Pertamax turun sampai sekitar 5%," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal usai salat Jumat di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (20/6/2008).
Sementara penjualan Premium yang notabenenya disubsidi pemerintah, justru kembali naik. Padahal sebelumnya konsumsi Premium diprediksi bakal menurun setelah kenaikan harga BBM.
Uniknya, ada saat-saat tertentu kenaikan konsumsi Premium pasca kenaikan harga BBM justru melebihi konsumsi sebelum kenaikan harga.
"Konsumsi premium rata-rata 50 ribu KL per hari. Sejak kenaikan cuma turun sebentar terus naik lagi. Dia kembali ke normal malah kadang-kadang lebih dari sebelum kenaikan," ujarnya.
Selain karena banyak yang beralih ke Premium, kenaikan konsumsi ini juga diduga karena kurangnya partisipasi masyarakat untuk berhemat. (lih/qom)











































