Pengusaha Taiwan Keluar dari China, RI Harus Bisa Menangkap

Pengusaha Taiwan Keluar dari China, RI Harus Bisa Menangkap

- detikFinance
Jumat, 20 Jun 2008 18:01 WIB
Pengusaha Taiwan Keluar dari China, RI Harus Bisa Menangkap
Jakarta - Perusahaan asal Taiwan khususnya perusahaan manufaktur banyak yang berencana merelokasi pabriknya dari China. Tingginya biaya produksi menyebabkan para pengusaha itu memindahkan pabrik dari China.

"Ini perlu kita tangkap karena di RRC sedang mengalami kenaikan biaya, potensi (relokasi) ke Indonesia cukup besar," ujar Mendag Mari Pangestu.

Ia menyampaikan hal itu saat melantik pejabat Depdag yang bertugas di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (20/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taiwan lanjut Mari, bukan negara besar tapi penghasilannya tinggi dengan investasi di mana-mana. Dulu banyak perusahaan Taiwan pindah ke China dan sekarang sebagian besar perusahaan itu malah sedang merencanakan relokasi dari China.

Mari menambahkan pabrik yang akan pindah adalah sepatu, pakaian jadi dan elektronik. Relokasi ini disebabkan biaya buruh naik sehingga produksi menjadi lebih tinggi.

Saat ini neraca perdagangan RI dengan Taiwan mencapai US$ 4,092 miliar dimana Ekspor Indonesia mencapai U$ 2,5 miliar dolar sedangkan impornya sebesar US$ 1,49 pada tahun 2007.

Pada periode Januari-Februari 2008 total perdagangan kedua negara mencapai US$ 873 juta.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads