"Depisit anggarannya masih bisa diatasi kok. Jadi kalau harga minyak mencapai US$ 150 harga rata-ratanya itu sekitar US$ 131 bisa diatasi, mulai Juni jadi enggak perlu ada revisi kedua," ujar Staf Ahli Menteri Keuangan Chatib Basri dalam acara seminar ekonomi antisipasi krisis global, yang diselenggarakan oleh Reformed Center For Religion And Society (RCRS) di gedung Dhanapala, Jakarta, Sabtu (21/6/2008).
Ia menambahkan, jika sepanjang tahun 2008 kalau harga minyak bertahan di harga US$ 135 dari Juni sampai Desember, maka rata-ratanya masih diharga US$ 122. "Kalau minyak US$ 150 harga rata-ratanya US$ 131. Jadi kalau saya bilang 2008 kalau harga minyak 130 saya bilang aman," ulangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, perkiraan ini didasarkan apabila ekonomi AS turun, tentunya akan mempengaruhi impornya yang akan turun sehingga ekspor Indonesia pun akan turun. "Kalau AS pertumbuhannya naik maka impor naik, ekspor kita naik, ekonomi pun naik," ulasnya. (hen/ir)











































