"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa spekulan menaikkan harga," ujar Menteri Energi AS Samuel Bodman di sela-sela pertemuan Jeddah Energy Meeting, seperti dikutip AFP, Minggu (22/6/2008).
Harga minyak yang kini bertengger di atas US$ 130 per barel adalah murni karena banyaknya permintaan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski produksi minyak secara keseluruhan lebih tinggi tahun ini, namun itu masih dibawah yang kita harapkan," ujarnya.
Pertemuan di Jeddah ini merupakan ajang untuk mencari titik temu dari permasalahan harga minyak yang terus meninggi. Harga minyak yang meningkat tentunya memberikan tekanan yang berat bagi ekonomi dunia khususnya negara yang haus minyak seperti AS.
Arab Saudi beberapa waktu lalu sepakat untuk memproduksi minyak lebih banyak, hampir mencapai 10 juta barel per harinya.
(ddn/ddn)











































