Bayar Fiskal Bukan Zamannya Lagi

Bayar Fiskal Bukan Zamannya Lagi

- detikFinance
Senin, 23 Jun 2008 11:25 WIB
Bayar Fiskal Bukan Zamannya Lagi
Jakarta - Pembebasan fiskal ke luar negeri sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Pemungutan fiskal di bandara dianggap sudah ketinggalan zaman dan malah justru banyak yang diselewengkan.

Indonesia adalah dua negara di dunia yang masih menerapkan pembayaran fiskal. Padahal hampir semua negara tidak membebankan ongkos pajak lagi untuk warganya yang akan melancong ke luar negeri.

"Pembebasan itu bagus, pungutan fiskal tidak jelas efektifitasnya, banyak kejadian harusnya bayar Rp 1 juta tetapi yang terjadi bayarnya Rp 300.000, jadi ada penyelewengan," ujar pakar ekonomi dari Universitas Indonesia Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro ketika dihubungi detikFinance, Senin (23/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah dulu beralasan pengenaan fiskal adalah untuk menghalangi warganya membawa devisa ke luar negeri. Namun alasan ini sekarang sudah tidak beralasan karena toh makin banyak orang yang bepergian ke luar negeri.

"Daripada gak jelas ya lebih baik dihilangkan saja. Setahu saya tinggal Indonesia saja yang masih memungut fiskal," ujarnya.

Fiskal sebenarnya pembayaran pajak di muka. Dengan begitu pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di akhir tahun dapat pengurangan penghasilan terutang pajak dengan membayar fiskal.

"Dan banyak orang yang gak tahu kalau itu pembayarannya di muka," ujarnya

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat rupanya mendengar aspirasi masyarakat ini, dan rencananya penghapusan fiskal bagi masyarakat yang sudah memiliki NPWP akan dipercepat pada tahun 2009.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads