Ketiga fasilitas LNG tersebut akan digunakan untuk melayani pasokan gas dua pembangkit listrik di Bali.
Demikian disampaikan Presiden Direktur Prime Petro Service Faiz Shahab dalam keterangan pers di Graha Niaga, Jakarta, Senin (23/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kilang LNG mini akan dibangun di dekat lapangan gas di Pagerungan dengan kapasitas 300.000 ton per tahun. Input gas yang dibutuhkan sekitar 50 mmscfd.
Sementara dua terminal penerima LNG yang akan dibangun di dekat pembangkit listrik dengan kapasitas sesuai kebutuhan pembangkit. Untuk kapal pengangkut LNG, direncanakan berkapasitas 4.000-5.000 ton.
Faiz menambahkan, pembangunan fasilitas tersebut akan dimulai tahun ini dan diharapkan selesai akhir 2010. Kilang LNG mini akan menjadi kilang LNG keempat di Indonesia setelah Arun, Bontang, Tangguh (direncanakan first drop akhir 2008).
Dari pembiayaan sebesar Rp 3 triliun ini, sekitar Rp 500 miliar akan digunakan untuk membangun kapal, dan sisanya untuk operasional dan pembangunan kilang. (lih/ir)










































