"Ekspor CPO turun 5 persen," ujar Mendag Mari Elka Pangestu dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2008).
Akibat kenaikan BBM itu pula, pemerintah harus merevisi pertumbuhan ekspor secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski target ekspor mengalami penurunan namun bukan berarti kenaikan ekspor menjadi nihil.
Kenaikan ekspor tetap terjadi karena membaiknya prospek beberapa industri olahan termasuk otomotif.
Industri tersebut sudah menggunakan harga internasional dan sebagian sudah mengalihkan penggunaan BBM-nya ke energi alternatif.
"Biaya produksi memang meningkat karena harga minyak internasional tapi itu semua dialami oleh produsen pesaing," ujarnya.
Untuk periode Januari sampai April 2008, total ekspor sudah mencapai 29,3 persen dan ekspor non migas 22,3 persen atau masih di atas target 12,5 persen.
(ddn/ir)











































