Wakil Kepala BKPM Yus'an menjelaskan, rendahnya realisasi penyerapan anggaran ini disebabkan pelaksanaan barang dan jasa yang masih dalam proses pelelangan.
"Pengadaan barang dan jasa masoh dalam tahap proses pelelangan serta ada beberapa kegiatan yang memang pelaksanaanyya pada triwulan ketiga dan keempat 2008," jelasnya di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2008).
Anggaran dari APBNP 2008 ini turun dari alokasi semula yang sebesar Rp 397,966 miliar atau 3,68%. Beberapa hambatan pelaksanaan program BKPM pada 2008 antara lain kenaikan harga BBM sebesar 28,7% yang diperkirakan memperngaruhi biaya produksi sehingga membuat investor berpikir ulang.
Selain itu keterbatasan energi seperti listrik dan gas, terbatasnya ketersediaan infrastruktur penunjang seperti jalan dan pelabuhan, masalah ketenagakerjaan, dan kepastian hukum.
Sementara untuk anggaran 2009, BKPM akan memprioritaskan investasi untuk pengurangan pengangguran, memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur dan energi.
(lih/qom)











































