109 Kebijakan Ekonomi Harus Dibereskan Sri Mulyani

109 Kebijakan Ekonomi Harus Dibereskan Sri Mulyani

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2008 10:57 WIB
109 Kebijakan Ekonomi Harus Dibereskan Sri Mulyani
Jakarta - Lapangan Banteng yang menjadi pusat keluarnya kebijakan ekonomi kini punya bos baru.  Untuk permulaan kerjanya sebagai Menko Perekonomian, Sri Mulyani punya pekerjaan rumah membereskan 109 kebijakan ekonomi.

Kebijakan tersebut merupakan fokus dari program ekonomi tahun 2008-2009 yang tertuang dalam Inpres No 5 Tahun 2008 yang baru dikeluarkan 22 Mei 2008.

"Kita tahu kerangka programnya luar biasa banyak kita akan coba lakukan itu dengan jangka waktu dan menurut prioritasnya dan bagaimana menonjolkan bidang-bidang yang memang dirasakan karena selama ini persepsinya kebijakannya tidak menyentuh tapi sebetulnya itu langsung menyentuh kepada kepentingan rakyat banyak tapi kita akan perbaiki sih," ujarnya usai sertijab menko perekonomian di Graha Sawala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setumpuk pekerjaan yang menunggu itu antara lain membentuk pelayanan satu pintu untuk investasi, koordinasi perizinan, peningkatan UMKM program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), maupun program lain.

"Dan itu di-support baik dengan anggaran di APBN, policy seperti subsidi bunga maupun untuk perbankannya. Nah karena itu kita juga berhubungan dengan BI," ujarnya.

Terkait banyaknya menteri teknis dengan latar belakang partai politik berlainan yang terkadang membawa dilema, Sri Mulyani mengatakan meski ada perbedaan, hal itu bukanlah masalah.

"Gak ada masalah kan selama ini menteri partai atau tidak kita bekerja dengan suatu platform dan kerangka kerja yang sama. Jadi kita tidak berarti setiap menteri punya tugas sendiri-sendiri atau punya selera sendiri-sendiri," ujarnya.

Latar belakang partai politik, lanjut Sri Mulyani tidak membuat koordinasi menjadi hal yang sulit. "Parpol kan bukan institusi yang kita takuti mereka adalah partner kerja kita," ujarnya.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads