Harga Tinggi, Pupuk Diselewengkan

Harga Tinggi, Pupuk Diselewengkan

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2008 15:56 WIB
Harga Tinggi, Pupuk Diselewengkan
Jakarta - Kelangkaan pupuk melanda berbagai daerah. Pemerintah mencium adanya penyelewengan pupuk bersubsidi seiring naiknya permintaan.
 
Seperti yang disampaikan Menteri Pertanian Anton Apriyantono disela sertijab Menko Perekonomian di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/6/2008).
 
"Memang ada masalah di pupuk karena permintaannya tinggi. Kemudian juga kemungkinan ada penyelewengan karena harganya cukup tinggi," katanya.
 
Harga pupuk non subsidi memang mengalami kenaikan akhir-akhir ini. Sehingga membuat perbedaan harga dengan pupuk subsidi makin jauh.

Keadaan seperti inilah yang makin membuat para spekulan tergiur memanfaatkan pupuk subsidi. Apalagi, kebutuhan pupuk juga meningkat belakangan ini.

Salah satu daerah yang paling parah kelangkaannya adalah Sumatera Utara. "Sedangkan tempat lain tidak separah di sana," ujarnya.
 
Untuk itu, pemerintah berencana melakukan perubahan mekanisme distribusi pupuk subsidi. Namun seperti apa bentuk mekanismenya, ia tidak menjelaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekeringan

Sementara menghadapi musim kemarau, pemerintah mengaku optimistis tidak akan terjadi kekeringan pada musim kemarau kali ini. Bahkan tingkat produksi pertanian diperkirakan akan melebih target yang dicanangkan.
 
Menteri Pertanian Anton Apriyantono menjelaskan, dari hasil tinjaunnya tidak ada daerah yang kekeringan. Daerah yang dikunjunginya antara lain Sumatera, Aceh, dan Jawa Barat.
 
"Kemarin kan saya baru keliling seluruh daerah, semua ijo royo-royo, nggak ada kekeringan. Sekarang kan musim kemarau basah jadi lebih luas areal tanamnya," katanya
  (lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads