Β
Demikian disampaikan Direktur Pembangkit Jawa-Bali PLN Murtaqi Syamsuddin ketika dihubungi wartawan, Selasa (24/6/2008).
Β
"PLTU ini berhenti karena batubaranya sudah habis. Pemasok batubara Adaro menyetop pasokan karena utang belum dibayar oleh SSP (Segara Sumber Prima)," katanya.
Β
PLTU Cilacap (600 MW) dikelola swasta, yaitu PT Segara Sumber Prima. Kebutuhan batubara pembangkit ini mencapai 6.000 ton per hari atau sekitar 2 juta ton per tahun. Batubara untuk pembangkit ini dipasok oleh tiga perusahaan, yaitu Adaro, Truba Jorong, Kideco.
Β
Dirut PLN Fahmi Mochtar menambahkan, untuk menyelesaikan masalah ini, PLN berencana mempertemukan PT SSP dengan para pemasok batubaranya besok.
Β
"Kita sedang upayakan, besok lah kita akan mempertemukan dengan S2P dan pemasok batubaranya," katanya.
Β
Akibat berhentinya operasi PLTU Cilacap ini, sistem Jawa Bali akan defisit 600-700 MW malam ini. "Dampaknya, memang hari ini ada defisit sekitar 700 MW," katanya.
(lih/qom)











































