Demikian disampaikan Wachid Usman, Dirut PT Timah dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/6/2008).
Β
"Bukan pembatasan, kami melihatnya lebih ke pengendalian. Jadi kalau misalnya permintaan banyak dan kita mampu, ya mengapa tidak disuplai. Tapi kalau permintaan kurang, ya nanti kita kurangi produksi, supaya enggak over suplai," jelasnya.
Β
Menurut Wachid, pengendalian produksi itu dilakukan karena permintaan bergerak dinamis. Sehingga penetapan produksi tak boleh kaku.
Penambangan Laut
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penambangan di darat banyak masalah, dan ke depan akan semakin sulit, misalnya masalah lingkungan. Cadangan darat kita sendiri sulit diperhitungkan," ujar Wachid.
Timah akan menaikkan porsi penambangan laut dibanding darat menjadi 50:50 dibandingkan porsi 80:20 pada tahun lalu.
"Di samping kerjasama sendiri, juga dengan pemilik kapal, sekarang sudah sewa 10, tahun depan kapal sewa ditingkatkan jadi total 20," katanya.
PT Timah juga tengah mengkaji rencana untuk melakukan akuisisi guna menambah cadangan Timah. "Kita lakukan due dilligence, ada peluang kita coba. Arah pengembangan memperkuat usaha Timah," katanya.
Timah sempat melakukan survei ke Darwin bulan lalu, namun ternyata cadangan relatif kecil dan masih dalam tahap eksplorasi.
"Perhitungannya belum pasti, tapi kami berani coba melihat ini," imbuhnya.
(qom/ddn)











































