Hal tersebut disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam diskusi dengan Wartawan Forkem di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/6/2008).
"APBN 2009 tidak akan aman kalau asumsi harga minyak ICP di APBN menggunakan US$ 120 dengan terus melonjaknya harga minyak dunia sampai saat ini asumsi itu tidak relevan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita belum menghitung, tapi kalau tetap menggunakan angka itu (US$ 120) APBN 2009 tidak akan aman," ujarnya.
Saat ini rata-rata harga minyak ICP sudah mencapai US$ 110 per barel.
Volume Konsumsi BBM
Paskah juga mengaku heran dengan volume konsumsi BBM yang kembali meningkat di 2009 sebesar 38,8 juta kiloliter. Padahal pemerintah sudah melakukan berbagai program penghematan.
"Saya juga heran kok volume BBM subsidi bisa meledak hingga 38 juta kiloliter padahal Depkeu dan Bappenas itu dengan berbagai program penghematan yang sudah kita kaji volume 2009 cuma 32 juta kiloliter. Nah ini harus ditanyakan kenapa Komisi VII bisa menetapkan volume itu 38 juta kiloliter," ujarnya. (ddn/ir)











































