Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/6/2008).
"Kita juga sudah ngomong dengan serikat pekerja dan mereka sudah setuju untuk tidak ribut-ribut dulu sambil mencari jalan keluar," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalahnya itu missmanagement. Kedua, persoalan modal dengan bank, karena dia perlu dana untuk meneruskan bisnis ini," ujar Sofjan.
Menperin Fahmi Idris sebelumnya mengungkapkan telah bertemu dengan pimpinan PT Prima yakni Endang Ibnu Sutowo plus Dirut BNI dan juga Adidas.
Sofjan mengaku sudah melihat tanda-tanda pabrik sepatu berbasis di Tangerang itu akan diambil alih oleh investor lain.
"Bu Endang sedang mencari jalan keluar agar jangan dikorbankan buruh dan ekspor kita. Ini kan 900 ribu pasang satu tahun ekspor kita. Ini sudah terjadi beberapa kali di industri sepatu, ada yang mau meng-over tapi tergantung yang punya dengan banknya," bebernya.
Ia mengungkapkan, sudah ada beberapa investor yang menyatakan ketertarikannya. Sofjan akan mengusahakan investor dari dalam negeri.
"Sudah ada beberapa, saya usahakan kelompok dalam negeri. Aprisindo juga sudah bicara, saya sudah bicara dengan mereka dan Aprisindo siap. Tapi ini lebih gampang diselesaikan bu Endang dan bank," imbuhnya.
(qom/ddn)











































