Penyelundupan BBM ke Luar Negeri Sulit Dibuktikan

Penyelundupan BBM ke Luar Negeri Sulit Dibuktikan

- detikFinance
Rabu, 25 Jun 2008 14:41 WIB
Penyelundupan BBM ke Luar Negeri Sulit Dibuktikan
Jakarta - Penyelundupan BBM bersubsidi memang disinyalir banyak terjadi di Indonesia, hal inilah yang dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat subsidi BBM menjadi tidak terarah dan terus membengkak.
Β 
Mantan orang dalam Pertamina Harry Purnomo yang pernah menjabat sebagai Direktur Hilir Pertamina mengatakan dirinya belum pernah melihat penyelundupan BBM secara masif atau besar.
Β 
"Tapi kalau secara tradisional melalui kepal-kapal kecil itu ada di perbatasan-perbatasan, seperti perbatasan Timor Timur atau di Nunukan," ujarnya dalam diskusi yang diadakan wartawan FORKEM di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (24/6/2008).
Β 
Sementara penyelundupan minyak mentah, Harry mengatakan tidak tahu apakah hal itu terjadi. "Tapi yang perlu diselidiki, apakah Bea Cukai pernah mengaudit impor minyak dari para pelaku bisnis hilir BBM, mereka dapat suplai dari mana, kan tidak ada impor minyak selain Pertamina, Shell dan Petronas. Jadi darimana mereka mendapatkan minyak itu," tuturnya.

Di tempat yang sama, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan isu akan adanya penyelundupan BBM semakin deras dan menurutnya hal ini harus dibuktikan.
Β 
"Saya rasa dengan hak angket ini bisa terbuka kalau ada pihak-pihak yang melakukan penyelundupan. Sampai sekarang memang belum bisa kita buktikan, yang kecil-kecil memang sudah kita tertibkan," tuturnya.
Β 
Paskah juga mengatakan perlunya untuk dilakukan pengawasan arus minyak secara ketat, baik minyak mentah maupun BBM serta mengawasi dan menyelesaikan/menekan t mulai dari lapangan-lapangan minyak hingga jalur-jalur distribusinya.
Β 
"Perbedaan antara harga BBM bersubsidi dengan harga BBM sejenis di pasar internasional telah menimbulkan terjadinya peningkatan penyelundupan BBM bersubsidi ke luar negeri.

"Perbedaan ini juga mendorong terjadinya penyelewengan dalam penjualan BBM dalam negeri, dengan BBM bersubsidi dijual kembali kepada pihak yang tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi," urainya. (dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads