Β
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Proyek Pembangkit 10.000 MW Yogo Pratomo menjelaskan, batubara tersebut akan dialokasikan untuk 5-6 lokasi pembangkit di luar Jawa.
Β
"Kita akan lelang secepatnya, mungkin bulan depan. Ini batubara sebagai tambahan pembangkit yang kecil-kecil," katanya disela diskusi 10.000 MW di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
Β
Yogo menuturkan, hingga saat ini kebutuhan batubara untuk 10.000 MW yang sudah diamankan mencapai 90%. Dari total kebutuhan sekitar 32 juta ton per tahun, yang sudah ada pemasoknya sekitar 28,5%.
Β
Lokasi pembangkit yang masih belum ada pemasok batubaranya adalah:
- PLTU 1 Riau 2x11 MW, Bengkalis, Riau
- PLTU 2 Riau 2x9,5 MW Tebingtinggi, Bengkalis, Riau
- PLTU Kepulauan Riau 2x8 MW, Tanjung Balai,
- PLTU 3 Bangka Benlitung 2x27,5 MW, Bangka, Propinsi Bangka Belitung
- PLTU 4 Bangka Belitung 2x16,5 MW, Belitung, Bangka Belitung
- PLTU Kalimantan Selatan 2x65 MW, Asam-asam, Kalimantan Selatan.
Dalam paparan Dirut PLN Fahmi Mochtar, selain kebutuhan batubara untuk 10.000 MW sebanyak 32 juta ton per tahun, ada kebutuhan batubara eksisting sebesar 33,2 juta ton per tahun.
Β
"Dengan kebutuhan batubara untuk IPP dan lainnya, total kebutuhan batubara kita sampai 82 juta ton per tahun pada 2010," jelasnya.
(lih/ddn)











































