Demikian disampaikan Ketua Tim Percepatan Proyek Pembangunan Pembangkit 10.000 MW Yogo Pratomo disela-sela diskusi 10.000 MW di Bidakara, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
"Ini pendanaan valas pertama yang didanai bank lokal," katanya.
Ia menuturkan, rencananya kesepakatan pinjaman (loan of agreement) dengan tenor 13 ttahun ini akan ditandatangani bulan depan.
"Untuk bunganya kira-kira sama dengan yang sebelumnya, lah," katanya tanpa menyebutkan angka pasti.
Sementara untuk kebutuhan rupiahnya, PLTU Labuan mendapatkan pinjaman dari Bank BCA.
Sebelumnya, PLN masih mencari pinjaman dalam bentuk valas sebesar US$ 2 miliar. Dengan diperolehnya kredit dari sindikasi bank dalam negeri ini, sisa pinjaman valas yang harus dicari masih US$ 1,711 miliar.
Selain Labuan, proyek pembangunan pembangkit yang sudah mendapatkan pendanaan valas adalah PLTU Banten (2x625 MW), Suralaya yang sudah mendapat dari Bank CEXIM dan rupiahnya dari Bank Mega.
Lalu PLTU 1 Jawa Barat (3x350 MW) Indramayu mendapat pinjaman valas dari Bank of China dan rupiahnya dari Bank BNI.
Lalu ada PLTU 1 Jawa Barat 2x315 MW Rembang, mendapatkan pinjaman valas dari Barclays dan rupiah dari Bank Mandiri.
Lalu ada PLTU 2 Jawa Timur 1x660 MW Paiton, mendapatkan pinjaman valas dari Bank Cexim dan rupiah dari Bank Mega.
(lih/ir)











































