Pelantikan pejabat baru Depdag dilakukan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (26/6/2008). Pelantikan eselon dan staf ahli ini melalui Keppres no 60/M/2008.
Berikut pergantian eselon I Depdag.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Subagyo dilantik sebagai dirjen perdagangan dalam negeri. Subagyo sebelumnya menjabat sebagai staf ahli mendag bidang iklim usaha perdagangan.
3. Dirjen kerja sama perdagangan internasional yang sebelumnya dijabat oleh Herry Soetanto digantik oleh Gusmardi Bustami sebelumnya menjabat dubes WTO.
4. Teddy Setiadi diberhentikan dari Irjen dan digantikan oleh Eddy Suseno yang sebelumnya Sekretaris Dirjen Perdagangan Dalam Negeri
5. Er Widodo yang sebelumnya kepala badan penelitan dan pengembangan perdagangan Depdag digantikan oleh Muchtar. Er Widodo rencananya akan menjadi Dubes RI di WTO, namun belum dilantik.
6. Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti yang sebelumnya Titi Hendrawati diganti oleh Deddy Saleh. Titi sekarang menjabat staf ahli mendag bidang pemberdayaan usaha dagang kecil menengah.
7. Mendag juga melantik 2 staf ahli yakni Widharma Raya sebagai staf ahli mendag bidang iklim usaha perdagangan dan Hesti Indah Kresnarini sebagai staf ahli mendag bidang pengembangan promosi ekspor.
Eselon yang tidak mengalami pergantian adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Diah Maulida dan Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional Bachrul Chairi.
Mendag Mari Pangestu berharap tim barunya ini dapat membangun departemen perdagangan yang umurnya baru 3,5 tahun. Sebelumnya Depdag digabung dengan Departemen Perindustrian.
"Saya harap tim ini dapat mencapai target depdag yakni peningkatan ekspor, kestabilan harga bahan pokok pemberdayaan ekonomi kreatif dan UKM ritel sektor yang berimbang antara tradisional dan modern serta reformasi birokrasi juga peningkatan SDM," ujar usai
Mendag membantah perombakan ini terjadi karena kinerja yang kurang memuaskan. "Karena ada beberapa kinerja yang bagus ini hal yang normal rotasi pejabat setiap 3 tahun sekali itu normal," ujarnya.
(ddn/qom)











































