Sinyal persetujuan itu bisa dilihat dari rekomendasi yang diberikan untuk RAPBN 2009, dimana pemerintah diminta untuk menjaga rasio harga minyak dalam negeri dan internasional secara konstan.
Â
Wakil Ketua Panitia Anggaran Harry Azhar Aziz mengatakan dengan rekomendasi yang telah disepakati oleh Panitia Anggaran DPR tersebut, maka pada akhirnya kenaikkan BBM secara berkala di tahun depan sangat mungkin dilakukan.
"Kemungkinannya itu bisa dilakukan tahun depan akan kita lihat," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
Â
Bahkan Harry juga mengatakan, mekanisme yang diajukan Bappenas dengan kenaikkan 2% per bulan akan dikaji oleh DPR.
Â
"Itukan mekanisme 2% per bulan kan 24% per tahun, akan kita lihat. Kita minta pemerintah melakukan kajian itu, dan itu kita putuskan menjadi keputusan politik," cetusnya.
Â
Pada APBN 2009 sendiri memang DPR untuk sementara dalam RAPBN 2009 menyepakati untuk memberikan cadangan fiskal untuk risiko harga minyak sampai dengan ICP US$130 per barel dari asumsi ICP yang sebesar US$120 per barel.
Â
"Saya tidak bisa memastikan akan ada kenaikkan BBM di 2009 atau tidak, kalau misalnya tekniknya bisa dibikin sedemikian rupa, pemotongan lain itu terjadi yang kemudian dialokasikan untuk pertambahan subsidi karena kenaikan harga internasional, maka kenaikan harga domestik bisa tidak terjadi tapi polanya belum ketahuan. Tapi kemungkinan kenaikan harga di 2009 itu ada," tuturnya.
Â
Karena itu untuk mengurangi dampak dari kenaikkan harga BBM di 2009 jika memang terjadi lagi, maka DPR memasukkan monetisasi batubara dan gas menjadi bagian dan komposisi teknologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
(dnl/qom)











































