Usai perjanjian itu, produsen otomotif Jepang berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya.
Demikian dikatakan Staf Ahli Menteri Perindustrian Achdiat Sumawinata di Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan rais, jakarta, Rabu (26/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendorong realisasinya, Jepang memberikan bantuan untuk industri dengan adanya Manufacturing Industry Development Center ( MIDEC). Midec merupakan kompensasi dari kesediaan pemerintah Indonesia yang bersedia menurunkan bea masuk produk Jepang hingga 85% dari pos tarif, sedangkan pemerintah Jepang hanya bersedia 35%.
Menurutnya, tiga hal yang akan berlaku karena adanya IJEPA adalah liberalisasi perdagangan, peningkatan investasi dan kerkasama capacity building.
Dalam MIDEC , Jepang sepakat mengimplementasikan semua kegiatan kerjasama yang terdiri dari 13 proyek setelah berlakunya IJEPA yaitu metal working, molding, welding, energy, export dan investment promotion, UKM, otomotif parts, elektronik, tekstil, petrocemical, non ferrous dan food beverage. (arn/qom)










































