Kontrak CBM US$ 13 Juta Diteken

Kontrak CBM US$ 13 Juta Diteken

- detikFinance
Kamis, 26 Jun 2008 18:12 WIB
Kontrak CBM US$ 13 Juta Diteken
Jakarta - Indonesia kembali menandatangani 2 kontrak pengembangan coal bed methane (CBM) senilai US$ 13 juta. Kedua kontrak ini merupakan kontrak CBM ketiga dan keempat yang disetujui pemerintah.
 
Penandatanganan kontrak dilakukan pada penutupan IndoCBM di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
 
Perusahaan yang mendapat kontrak tersebut adalah PT Ridlatama Mining Utama di Blok GMB Bentian Besar, Kalimantan Timur dan PT Samantaka Mineral Prima di Blok GMB Indragiri Mulu, Riau.
 
Bagi hasil untuk pemerintah dan kontraktor adalah 55:45 bagi PT Ridlatama dan 60:40 bagi PT Samantaka. Bonus tandatangan masing-masing US$ 1 juta. Dan mekanisme cost recovery maksimal 90% setelah lapangan berproduksi.
 
"Dengan adanya tanda tangan ini, semoga mendorong pihak lainnya untuk juga berinvestasi mengembangkan CBM di Indonesia," kata Dirjen Migas Luluk Sumiarso dalam sambutannya.
 
Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, saat ini pemerintah juga sedang mengembangkan 5 sumur eksplorasi CBM di Sumatera Selatan.
 
Selain itu, ada dua kontrak sedang finalisasi, 3 wilayah kerja sedang join evaluasi, 1 wilayah kerja sedang join study, dan 45 proposal sedang dalam proses penawaran.
 
Potensi CBM di Indonesia diperkirakan mencapai 453 TCF (triliun cubic feet) yang merupakan sumber CBM terbesar kedua di dunia.
 
Sebelumnya pengembangan CBM sempat seret karena masalah tumpang tindih lahan. CBM merupakan gas yang terperangkap di lapisan batubara. Sehingga lokasinya terletak bersamaan dengan tambang batubara. Di sisi lain, pengembangan CBM mengikuti rezim migas.
(lih/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads