Terminal dan dermaga batubara ini dibangun di atas lahan seluas 12 hektar milik PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) dan akan memiliki dermaga sepanjang 300 meter. Dari jumlah investasi US$ 45 juta tersebut, KBS mengalokasikan dana US$ 5 juta dan yang lain dari mitra strategis.
Demikian dikatakan Dirut PT Krakatau Steel (Persero), Fazwar Bujang dalam pidato peletakan pertama batu pertama pembangunan terminal batubara di pelabuhan Cigading, Banten, Jumat (27/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CIBT merupakan salah satu perusahaan di MTD Group Malaysia. Investor Malaysia akan melakukan investasi dalam peralatan dan teknologi penanganan batubara yang lebih menjamin kesehatan dan ramah lingkungan.
Pengoperasian dermaga yang terletak di Teluk Citayur ini bekerja sama dengan PT Pelindo II cabang Banten. Terminal ini juga untuk memenuhi kebetuhan sumber energi alternatif bagi KS Group, termasuk memasok industri lainnya di kawasan Cilegon.
Terminal batubara pertama di Indonesia ini akan beroperasi akhir tahun 2009. Batubara nantinya akan didatangkan dari Kalimantan maupun Sumatera. Keberadaan terminal ini juga dapat menunjang ekspor curah kering untuk tujuan Asia Selatan dan Eropa.
(ir/ddn)











































