Hal itu disampaikan Suryadharma Ali di sela-sela pameran Inovasi Aparatur Negara di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Jumat (27/6/2008).
Menurut Suryadharma Ali,pihaknya tidak mengancam mundur jika dana bergulir itu tidak segera dicairkan. "Ini bukan ancaman, ini fatsun politik, saya bagian dari pemerintah," ujarnya.
Dia menuturkan dalam rapat kerja dengan DPR ada anggapan pembintangan dalam anggaran dana bergulir itu bukti kegagalan dari program dana bergulir kementerian koperasi.
"Ini saya katakan kebijakan dalam rangka membenahi penggunaan anggaran itu, makanya dibintangi dulu. Karena kebijakan kan pilihannya ada dua saya setuju atau tidak, kalau setuju lanjut kalau tidak setuju mundur, itu fatsunnya," ujarnya.
Pembintangan anggaran itu adalah dalam rangka menertibkan penggunaan keuangan negara, itu intinya menertibkan karena neraca keuangan pemerintah itu disclaimer karena dua hal yakni karena dana bergulir, yang kedua karena revaluasi aset. "Karena itu pemerintah mau benahi," ujarnya.
(ddn/ir)











































