Hal ini dilakukan guna membuat kepastian harga batubara di dalam negeri akan murah sehingga pasokan batubara untuk pembangkit listrik tidak akan mengalami gangguan lagi.
Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam jumpa pers usai rapat koordinasi bersama PLN di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (28/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purnomo menambahkan, masalah pasokan batubara untuk IPP (Independent Power Producer) selama ini menjadi salah satu penghambat pasokan listrik. Pemerintah pun ikut turun tangan sehingga pasokan batubara kepada IPP dapat lancar sesuai kontrak yang telah dilakukan antara IPP dengan produsen batubara.
"Makanya kita siapkan aturan baru yang mengatur harga tertinggi dalam negeri menjadi harga terendah ekspor, dan aturan ini sedang kita garap secara benar," ujarnya.
Selain itu, Purnomo mengatakan terlambatnya penyelesaian proyek-proyek IPP juga menjadi masalah terganggunya pasokan listrik.
"Listrik swasta ini ada yang kita jadwalkan sudah akan selesai tetapi justru mundur karena terlambat dalam financial closing, untuk itu kita akan perketat lagi aturan financial closing ini," imbuhnya.
Mengenai masalah batubara untuk IPP ini, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar mengatakan untuk di PLTU Cilacap sudah diselesaikan dan mulai besok pembangkit tersebut sudah mulai kembali mendapatkan pasokan batubara sehingga membantu pasokan listrik di Jawa Bali. (dnl/qom)











































