60% Utang PLN ke Pertamina Dibayar Lewat APBN

60% Utang PLN ke Pertamina Dibayar Lewat APBN

- detikFinance
Minggu, 29 Jun 2008 15:29 WIB
60% Utang PLN ke Pertamina Dibayar Lewat APBN
Jakarta - PT PLN (persero) membayar 60% utangnya ke PT Pertamina (persero) melalui APBN. Dari utang sebanyak Rp 12,9 triliun, yang dibayarkan melalui APBN sebesar Rp 7,9 triliun dan sisa Rp 5 triliunnya melalui surat utang.

Demikian disampaikan Wakil Dirut PLN Rudiantara disela keterangan pers di Kantor Pusat PLN, Jl Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (28/6/2008).

"Rp 7,9 triliun dibayarkan melalui APBN. Sebagian sudah dibayarkan minggu ini, dan sisanya nanti bulan Januari 2009. Sementara yang Rp 5 triliun dicicil dalam 5 tahun," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Direktur Keuangan Pertamin Frederick Siahaan memang pernah menyatakan PLN akan berusaha membayarkan utangnya melalui swap subsidi. Tapi Rudiantara tidak menjelaskan mengenai hal tersebut.

Pencicilan utang selama 5 tahun yang dimaksud adalah kesepakatan menerbitkan surat utang senilai Rp 5 triliun. Menurut Rudi, mekanisme penerbitan surat utang ini sama seperti surat utang lainnya, dan Pertamina bisa me-leverage untuk kepentingan Pertamina.

"Secepatnya akan kami terbitkan, itu kan hanya tinggal proses administrasinya. Mekanismenya seperti surat utang biasa saja, tapi Pertamina bisa me-leverage untuk kepentingan keuangan Pertamina. Kan di dalamnya ada interest margin yang berlaku," tambahnya.

Utang Baru Rp 41 miliar


Selain utang sebesar Rp 12,9 triliun tersebut, PLN juga membukukan utang baru ke Pertamina sebesar Rp 41 miliar.

"Itu (Rp 41 miliar) kan utang yang baru. Kirim invoice-nya saja baru. Kalau yang Rp 12,9 triliun ini kan utang yang sudah lama," katanya. Namun ia tidak menjelaskan sejak kapan utang tersebut berlaku dan aakan digunakan untuk apa. (lih/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads