Sedangkan sebanyak 35,3% lainnya mengaku tidak setuju dan tidak menerima, 45,5% tidak setuju namun menerima dan 9,8% merasa setuju namun tidak menerima.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer Qodari dalam memaparkan hasil survei evaluasi publik satu bulan kenaikan BBM di hotel Altit Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (29/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kenaikan harga BBM adalah kelompok yang tingkat kepuasannya terhadap kinerja Presiden SBY paling tingggi. Sebaliknya yang tidak setuju dan tidak menerima adalah kelompok yang tingkat kepuasannya paling rendah," katanya.
Sementara mengenai alasan pemerintah menaikan harga BBM, mayoritas publik menyatakan tidak setuju. Beberapa alasan yang digunakan antara lain mencegah penyelundupan BBM ke luar negeri, kenaikan harga minyak dunia, mengurangi subsidi, penghematan dan membantu rakyat miskin.
Penolakan paling tinggi terjadi untuk alasan mencegah penyelundupan ke luar negeri. Setidaknya 59,6% responden menyatakan tidak setuju, dan 25,5% sisanya setuju. Sementara untuk alasan naiknya harga minyak dunia yang tidak setuju 55,5% dan yang setuju 30,6%.
Sedangkan untuk alasan mengurangi subsidi yang tidak setuju 56,1% dan yang setuju 29,5%, alasan agar masyarakat jangan boros BBM yang tidak setuju 65,1% dan yang setuju
24,6%. Sedangkan alasan membantu rakyat miskin yang tidak setuju 46,9% dan yang setuju 42,6%. (arn/lih)











































