Meski begitu, tak pelak, banyak juga publik yang menerima adanya BLT tersebut. Sebanyak 58,6% publik yang menjadi koresponden survei Indo Barometer menyatakan setuju dengan program bantuan langsung tunai (BLT). Namun cukup banyak juga yang tidak setuju hingga mencapai 38,1%.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer Qodari dalam memaparkan hasil survei evaluasi publik satu bulan kenaikan BBM di hotel Altit Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (29/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menambahkan, hasik survei membuktikan sebagian besar responden, atau sekitar 62,1% menilai BLT sama sekali tidak cukup mengkompensasi kenaikan harga kebutuhan akibat kenaikan BBM yang 28,9%.
"Mayoritas 62,1% publik menjawab program BLT sama sekali tidak bisa menutupi kenaikan kebutuhan akibat naiknya harga BBM, 28,9% yang menyatakan bisa menutupi sebagian kenaikan kebutuhan, dan hanya 2,9% yang menyatakan dapat memenuhi kenaikan kebutuhan akibat kenaikan harga BBM," tambahnya.
Qodari menjelaskan survei ini dilakukan pada 1200 responden di 33 provinsi yang
berlangsung 5-16 Juni 2008 atau sebulan setelah kenaiakan BBM pada bulan Mei
lalu. Survei ini memiliki margin of error sebesar 3% pada tingkat kepercayaan
95%. (arn/lih)










































