62,1% Publik Nilai BLT Tak Cukup Kompensasi Kenaikan BBM

62,1% Publik Nilai BLT Tak Cukup Kompensasi Kenaikan BBM

- detikFinance
Minggu, 29 Jun 2008 18:05 WIB
62,1% Publik Nilai BLT Tak Cukup Kompensasi Kenaikan BBM
Jakarta - Survei Indo Barometer menemukan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan sebagai kompensasi kepada warga tidak mampu akibat kenaikan harga BBM dinilai tidak mampu menutupi kenaikan harga kebutuhan.

Meski begitu, tak pelak, banyak juga publik yang menerima adanya BLT tersebut. Sebanyak 58,6% publik yang menjadi koresponden survei Indo Barometer menyatakan setuju dengan program bantuan langsung tunai (BLT). Namun cukup banyak juga yang tidak setuju hingga mencapai 38,1%.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer Qodari dalam memaparkan hasil survei evaluasi publik satu bulan kenaikan BBM di hotel Altit Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (29/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari yang setuju alasan paling banyak adalah kewajiban pemerintah membantu warga miskin sebesar 51,6%, sedangkan mereka yang tidak setuju menyatakan seharusnya ada kebijakan lain yang lebih bsia membantu seperti penciptaan lapangan kerja," ujarnya.

Ia juga menambahkan, hasik survei membuktikan sebagian besar responden, atau sekitar 62,1% menilai BLT sama sekali tidak cukup mengkompensasi kenaikan harga kebutuhan akibat kenaikan BBM yang 28,9%.

"Mayoritas 62,1% publik menjawab program BLT sama sekali tidak bisa menutupi kenaikan kebutuhan akibat naiknya harga  BBM, 28,9% yang menyatakan bisa menutupi sebagian kenaikan kebutuhan, dan hanya 2,9% yang menyatakan dapat memenuhi kenaikan kebutuhan akibat kenaikan harga BBM," tambahnya.

Qodari menjelaskan survei ini dilakukan pada 1200 responden di 33 provinsi yang
berlangsung 5-16 Juni 2008 atau sebulan setelah kenaiakan BBM pada bulan Mei
lalu. Survei ini memiliki margin of error sebesar 3% pada tingkat kepercayaan
95%. (arn/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads