Kurator menemui kesulitan dalam mendapatkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan, berita acara kerja sama PT AdamAir Sky Connection dengan PT Global Transport Service, dan dokumen perjanjian.
"Kami juga kesulitan mendapatkan laporan keuangan perusahaan 2006-2007, nama kreditor dan biaya perusahaan yang belum dibayarkan, beberapa sertifikat tanah dan bangunan," ujar kurator Gunawan Widiatmadja dalam sidang di PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Senin (30/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa aset milik AdamAir yang sudah berhasil diperoleh kurator yakni aset milik AdamAir di gudang Cengkareng. Dari tempat ini didapatkan sekitar lebih dari 1.220 ban pesawat baru dan vulkansisir.
Kemudian suku cadang pesawat, dokumentasi dan foto-foto, 24 unit mobil operasional untuk karyawan dan direksi di seluruh Indonesia.
Kurator juga sudah melakukan pencairan dan pembekuan rekening dan sudah membalik nama atas kurator cq AdamAir dalam pailit di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Lippobank, dan beberapa renening giro.
"Kita berharap direksi lebih kooperatif lagi," ujar Gunawan.
Nilai aset itu diperkirakan tidak akan bisa menutupi utang AdamAir. "Biasanya tidak pernah cukup, kalau cukup tidak pailit. Kurangnya jutaan dolar, utangnya jutaan dari lessor pesawat," ujarnya.
Pengacara Gustiono, Marx Andryan mengatakan pihaknya akan membantu melacak harta milik AdamAir.
"Kami akan membantu, kami akan membuka semua, kalau perlu men-trace sampai harta-harta pribadi pemegang saham pendiri," ujarnya.
Kuasa hukum AdamAir Patricia Lestari juga menyatakan pihaknya akan membantu kurator melaksanakan tugasnya. "Kami akan kooperatif dengan kurator," ujarnya singkat. (ddn/ir)











































