Ikut Pikul Subsidi BBM, Daerah Tak Usah Khawatir DAU Turun

Ikut Pikul Subsidi BBM, Daerah Tak Usah Khawatir DAU Turun

- detikFinance
Senin, 30 Jun 2008 15:46 WIB
Ikut Pikul Subsidi BBM, Daerah Tak Usah Khawatir DAU Turun
Jakarta - Pemerintah daerah dihimbau tidak usah panik dalam menghadapi formulasi baru penjatahan dana alokasi umum (DAU). Meskipun daerah akan ikut menanggung subsidi BBM mulai DAU 2009, tapi jumlahnya tetap lebih tinggi 10% dibanding 2008.

Bahkan jumlah ini lebih besar dari peningkatan DAU 2008 dibanding 2007 yang hanya sekitar 9% meskipun perhitungannya belum memasukkan beban subsidi BBM.

Hal ini dikatakan Dirjen Perimbangan Keuangan Mardiasmo ketika ditemui di kantor Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (30/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah saya hitung baik secara absolut maupun prosentase, DAU 2009 peningkatannya masih cukup besar, karena pendapatan dalam negeri tinggi sekali dengan kenaikan harga minyak. Jadi otomatis DAU-nya juga akan naik," tuturnya.

Dalam penghitungan DAU 2009, masuknya beban perhitungan seperti subsidi BBM dimaksudkan supaya daerah juga bisa ikut menanggung beban subsidi di saat harga minyak tinggi.

"Jadi itu sebagai bentuk sharing the pain kepada daerah hingga dia bisa membatasi konsumsi BBM-nya agar tidak berlebih," katanya.

Mardiasmo mengatakan, perubahan perhitungan ini tidak akan menurunkan pendapatan DAU. Justru dia menilai ada kenaikan dengan adanya lonjakan harga minyak.

"Jadi bukan subsidi BBM dimasukkan dalam variabel penerimaan dalam negeri (PDN) netto," ujarnya

Oleh karena itu, Mardiasmo mengatakan daerah tidak perlu khawatir DAU akan turun dengan penghitungan formula ini. Meskipun secara hitung-hitungan potensi pendapatan DAU daerah akan berkurang karena daerah akan terbebani subsidi BBM.

"Daerah itu belum tahu saja konsep perhitungan seperti apa, makanya kita siapkan sosialisasi untuk mereka, jadi subsidi BBM itu bukan mengurangi DAU tapi mengurangi PDN-nya," katanya. (ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads