Bahkan jumlah ini lebih besar dari peningkatan DAU 2008 dibanding 2007 yang hanya sekitar 9% meskipun perhitungannya belum memasukkan beban subsidi BBM.
Hal ini dikatakan Dirjen Perimbangan Keuangan Mardiasmo ketika ditemui di kantor Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (30/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penghitungan DAU 2009, masuknya beban perhitungan seperti subsidi BBM dimaksudkan supaya daerah juga bisa ikut menanggung beban subsidi di saat harga minyak tinggi.
"Jadi itu sebagai bentuk sharing the pain kepada daerah hingga dia bisa membatasi konsumsi BBM-nya agar tidak berlebih," katanya.
Mardiasmo mengatakan, perubahan perhitungan ini tidak akan menurunkan pendapatan DAU. Justru dia menilai ada kenaikan dengan adanya lonjakan harga minyak.
"Jadi bukan subsidi BBM dimasukkan dalam variabel penerimaan dalam negeri (PDN) netto," ujarnya
Oleh karena itu, Mardiasmo mengatakan daerah tidak perlu khawatir DAU akan turun dengan penghitungan formula ini. Meskipun secara hitung-hitungan potensi pendapatan DAU daerah akan berkurang karena daerah akan terbebani subsidi BBM.
"Daerah itu belum tahu saja konsep perhitungan seperti apa, makanya kita siapkan sosialisasi untuk mereka, jadi subsidi BBM itu bukan mengurangi DAU tapi mengurangi PDN-nya," katanya. (ir/ddn)










































