Dalam Martnan Fair 2008, sebuah pameran tahunan terbesar untuk wilayah tengah Norwegia itu ditawarkan aneka produk manufaktur, elektronik, komputer, kerajinan tangan, tekstil, pakaian jadi, produk hasil pertanian, kelautan, barang-barang kerajinan dan industri pariwisata.
Pameran diikuti 240 peserta dari Norwegia sendiri, Finlandia, Swedia, Denmark, serta dari Asia yaitu Indonesia dan Vietnam, Kuasa Usaha Ad Interim Mansyur Pangeran kepada detikfinance menuturkan kemarin malam atau Senin (30/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stan KBRI Oslo dalam pameran tersebut memfokuskan promosi pariwisata, kuliner dan barang-barang kerajinan dari bahan dasar kayu, bambu, dan bahan alam lainnya seperti dari serat tanaman. Promosi kuliner dititikberatkan pada pengenalan dan branding sate ayam dan rempeyek sebagai snack khas Indonesia. Softdrink Indonesia juga mendapat perhatian besar dari pengunjung.
Display produk kerajinan Indonesia juga dilakukan oleh importir Norwegia yang memamerkan dan menjual barang-barang kerajinan berkualitas dari Yogyakarta, Bali, Lombok dan Jawa Barat. Menurut importir Norwegia ini produk kerajinan dari Indonesia sangat diminati pengunjung.
Posisi stan yang sangat strategis dekat pintu masuk utama, dioptimalkan untuk menampilkan display informasi pariwisata melalui LCD screen, berbagai poster dan brosur pariwisata. Para pengunjung banyak meminta brosur pariwisata dan menanyakan paket-paket wisata ke Indonesia.
KBRI Oslo mamanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan pertemuan dengan dua biro perjalanan terkemuka Trondheim, Smart Reiser dan Tvete Reisebyra, serta menyerahkan leaflet dan cakram padat tentang Visit Indonesia Year (VIY) 2008.
Mereka juga dipertemukan dengan tour operator dari Indonesia, Bali Partners, yang selama ini aktif melakukan promosi di Norwegia. (es/es)











































