Fam Trip ke Indonesia Lagi Hype

Laporan dari Trondheim

Fam Trip ke Indonesia Lagi Hype

- detikFinance
Senin, 30 Jun 2008 18:59 WIB
Trondheim - Tour operator Smart Reiser dan Tvete Reisebyra menyampaikan harapan agar pihaknya diberi kesempatan untuk mengelola program fam trip ke Indonesia. Fam trip terutama ke Bali kini lagi hype.

Demikian terungkap dari pertemuan tour operator Smart Reiser dan Tvete Reisebyra dengan Bali Partners dari Indonesia dalam Martnan Fair 2008 di Trondheim, 24-26 Juni 2008.

Menurut Jens Axel Weisser dan Arve Mork dari Smart Reiser, selama ini paket program fam trip tersebut hanya diberikan kepada biro perjalanan di Oslo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan bahwa pihaknya saat ini juga mulai menjajagi penjualan produk wisata Bali di biro perjalanannya. Tahun ini pihaknya sudah menawarkan paket wisata ke Bali selama empat hari sebagai bagian dari paket wisata dua minggu ke Asia (Korea, Jepang, dan Indonesia). Paket wisata ini akan diikuti oleh 30 wisatawan Norwegia.

Dari pengamatan, Bali dan Lombok memang masih merupakan tujuan wisata populer. Hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang menanyakan informasi mengenai wilayah tersebut termasuk kondisi keamanannya.

Di antara para pengunjung tersebut ada yang menyatakan telah berkunjung ke Indonesia dan masih berkeinginan untuk bisa kembali lagi. Beberapa pengunjung juga menyatakan telah merencanakan berwisata ke Indonesia pada musim panas ini.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo Mansyur Pangeran kepada detikfinance kemarin petang atau hari ini (30/6/2008) menekankan bahwa perlu kesinambungan untuk menjaga agar Indonesia tetap berada dalam radar tujuan wisata Norwegia.

"Karena itu partisipasi aktif KBRI di berbagai pameran untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dapat pula memperoleh dukungan dari pemerintah," ujar Mansyur.

Layanan Cepat

Ditambahkan bahwa dari sisi pelayanan kekonsuleran, KBRI Oslo sejak awal 2007 telah menerapkan kebijakan pelayanan one day service, cepat, tepat akuntabel dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Seluruh informasi persyaratan administrasi dan pembayaran visa dilakukan secara terbuka melalui website KBRI Oslo indonesia-oslo.no. Apabila  semua persyaratan lengkap, tidak masuk dalam daftar cekal, maka penyelesaian visa dapat diselesaikan dalam waktu 1 jam dan dapat ditunggu.

"KBRI Oslo juga tidak menerima pembayaran biaya kekonsuleran dengan uang cash, tetapi pembayaran harus dilakukan melalui netbank," demikian Mansyur, yang sementara ini menjadi pucuk pimpinan KBRI Oslo sepeninggal Dubes Retno L.P Marsudi yang mendapat promosi menjadi Dirjen Amerop Deplu.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads