Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2008).
Menurut Sri Mulyani dampak kenaikan BBM akan mulai turun dalam 2 bulan. Sementara bagi pelaku industri yang sudah menggunakan BBM non subsidi efeknya lebih ke ongkos transportasi dan efek tahap kedua yang masuk pada komponen biaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tantangan dari faktor di luar BBM itu adalah pengaruh permintaan yang meningkat seperti masa persiapan sekolah.
Sri Mulyani memperkirakan inflasi sampai akhir tahun akan berada di kisaran 10-11 persen. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah antara lain dengan menstabilkan harga pangan, pengurangan bea masuk, pajak yang ditanggung pemerintah.
Ketika ditanyakan apakah ada kebijakan baru lagi, Menko Perekonomian ini mengatakan belum ada kebijakan baru.
"Masa setiap hari ada kebijakan baru, yang harus ditanyakan itu kebijakan itu efektif atau tidak, kalau setiap hari kebijakan baru memangnya saya mau bikin martabak," ujarnya
Pemerintah Waspadai Kenaikan Inflasi di Luar BBM
Kenaikan BBM akhir Mei lalu akan menjadi momok bagi inflasi dalam 2 bulan ini, namun pemerintah juga mewaspadai kenaikan inflasi yang di luar harga BBM.
Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2008).
Menurut Sri Mulyani dampak kenaikan BBM akan mulai turun dalam 2 bulan. Sementara bagi pelaku industri yang sudah menggunakan BBM non subsidi efeknya lebih ke ongkos transportasi dan efek tahap kedua yang masuk pada komponen biaya.
"Jadi inflasi yang berasal dari non kenaikan BBM memang masih menjadi tantangan dari sisi BI dan pemerintah," ujarnya.
Tantangan dari faktor di luar BBM itu adalah pengaruh permintaan yang meningkat seperti masa persiapan sekolah.
Sri Mulyani memperkirakan inflasi sampai akhir tahun akan berada di kisaran 10-11 persen. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah antara lain dengan menstabilkan harga pangan, pengurangan bea masuk, pajak yang ditanggung pemerintah.
Ketika ditanyakan apakah ada kebijakan baru lagi, Menko Perekonomian ini mengatakan belum ada kebijakan baru.
"Masa setiap hari ada kebijakan baru, yang harus ditanyakan itu kebijakan itu efektif atau tidak, kalau setiap hari kebijakan baru memangnya saya mau bikin martabak," ujarnya.
(ddn/ir)











































