Data Kemiskinan BPS Belum Masukkan Dampak Kenaikan BBM

Data Kemiskinan BPS Belum Masukkan Dampak Kenaikan BBM

- detikFinance
Rabu, 02 Jul 2008 11:06 WIB
Data Kemiskinan BPS Belum Masukkan Dampak Kenaikan BBM
Jakarta - Jumlah penduduk miskin di Indonesia yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) turun menjadi 34,96 juta orang atau 15,42 persen dari total penduduk Indonesia.

Menurut Guru Besar Ekonomi Kependudukan Universitas Indonesia Sri Moertiningsih Adioetomo penurunan kemiskinan itu tidak merefleksikan kenaikan BBM akhir Mei lalu, soalnya BPS baru meng-update data terkini hingga Maret 2008.

"Itu datanya dikumpulkan sebelum BBM naik. Data itu mencerminkan kemampuan pemerintah untuk menurunkan kemiskinan sebelum kenaikan BBM," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Rabu (2/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses pengolahan data menurutnya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Dampak kenaikan BBM baru akan muncul pada survei BPS berikutnya yakni survei sosial ekonomi nasional (Susenas) 2008 yang akan diumumkan pada tahun 2009 nanti. "Jadi hati-hati melihat data-data," ujarnya.

Menurutnya memang logis jika kenaikan BBM akan menaikkan angka kemiskinan, tapi bagaimanapun kenaikan BBM merupakan isu global yang harus dihadapi semua negara.

Di negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia juga merasakan hal yang sama. Di Bangkok demonstrasi masyarakat sangatlah besar.

Namun dia meminta kalangan yang selama ini menolak kenaikan BBM jangan berdemo dengan anarkis. "Mahasiswa harus mencari solusinya, jangan merusak mobil," ujarnya.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads