Menurut Guru Besar Ekonomi Kependudukan Universitas Indonesia Sri Moertiningsih Adioetomo penurunan kemiskinan itu tidak merefleksikan kenaikan BBM akhir Mei lalu, soalnya BPS baru meng-update data terkini hingga Maret 2008.
"Itu datanya dikumpulkan sebelum BBM naik. Data itu mencerminkan kemampuan pemerintah untuk menurunkan kemiskinan sebelum kenaikan BBM," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Rabu (2/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya memang logis jika kenaikan BBM akan menaikkan angka kemiskinan, tapi bagaimanapun kenaikan BBM merupakan isu global yang harus dihadapi semua negara.
Di negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia juga merasakan hal yang sama. Di Bangkok demonstrasi masyarakat sangatlah besar.
Namun dia meminta kalangan yang selama ini menolak kenaikan BBM jangan berdemo dengan anarkis. "Mahasiswa harus mencari solusinya, jangan merusak mobil," ujarnya.
(ddn/ir)










































