Pejabat Sementara VP Komunikasi Pertamina Ifki Sukarya menjelaskan, volume stok elpiji Pertamina saat ini sebesar 83.712 matrik ton.
Hanya saja dengan kenaikan harga elpiji 12 kg, banyak agen yang kelabakan melayani permintaan sehingga terjadi penumpukan pengisian ulang elpiji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ifki, dampak kenaikan harga elpiji 12 kg membuat masyarakat memilih membeli elpiji langsung ke agen karena lebih murah.
"Karena setelah dari agen, harganya akan naik bervariasi tergantung biaya distribusi tiap agen yang berbeda-beda," katanya.
Sehingga permintaan elpiji masyarakat menumpuk di agen. Karena itu, stok elpiji di agen menjadi cepat habis dan harus isi ulang. "Seharusnya kondisi seperti ini tidak lama lagi bisa normal," katanya. (lih/ir)











































