"Ini sudah SOS, sudah lampu merah," kata Presiden SBY dalam keterangan persnya di Bandar Udara Internasional Mahmud Badaruddin II, Palembang, Rabu (2/7/2008) seperti dikutip dari situs presidensby.info.
Presiden mengaku kesal dengan berbagai debat di tingkat global yang saling tuding soal penyebab lonjakan harga minyak dunia yang sudah mencapai US$ 143 per barel. Menurut presiden, mestinya semua pihak tidak saling tuding, namun justru duduk bersama untuk mencari solusinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Presiden, yang harus dilakukan saat ini adalah pertama, pada tingkat global sudah saatnya negara produsen minyak terbesar duduk bersama dan hitung-hitungan. Kedua, apa dampaknya bagi Indonesia.
"Saya katakan tadi, setiap tengah malam saya mengikuti melalui televisi-televisi internasional. Di situlah analisis dibahas, termasuk solusi apa yang kita tempuh untuk mengatasi masalah ini. Indonesia harus mengantisipasi. Saya memberi contoh dan saya mengajak semuanya, jangan terlena, jangan tidak punya sense of crisis. Jangan merasa keadaan biasa-biasa saja dan kemudian menyalahkan policy, menyalahkan keputusan ini dan itu," SBY menjelaskan.
(qom/ir)











































