Demikian data yang dikutip detikFinance dari situs Ditjen Migas Departemen ESDM, Rabu (2/7/2008).
Dalam siaran persnya, Ditjen Migas menjelaskan, meningkatnya ICP ini sejalan dengan meroketnya harga minyak mentah utama di pasar internasional akibat beberapa faktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lain yang mempengaruhi adalah terhentinya produksi minyak mentah Nigeria sekitar 50% dari kapasitas total akibat serangan pemberontak yang berkelanjutan terhadap fasilitas perminyakan di wilayah Niger Delta dan pemogokan serikat pekerja Chevron di Nigeria pada 19 Juni 2008.
Masih terus meningkatnya spekulasi di futures oil market lantaran terus melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dunia lainnya terutama euro, sehingga mendorong investor untuk terus mengalihkan investasinya ke pasar komoditi termasuk minyak.
Selain itu, perkiraan lembaga keuangan Morgan Stanley dan Presiden OPEC bahwa harga minyak di pasar internasional, khususnya WTI sebagai benchmark minyak mentah dunia, dapat mencapai sekitar US$ 150-179 per barel dalam musim panas mendatang.
Lonjakan harga minyak bukan karena itu saja. Ditjen Migas menambahkan, kekhawatiran pasar mengenai lambatnya peningkatan stok minyak mentah komersial dunia saat ini juga memicu kenaikan harga minyak.
Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak juga disebabkan oleh terus meningkatnya impor minyak mentah Cina dan India guna menghadapi beroperasinya sejumlah kilang baru. Selain itu juga masih meningkatnya permintaan minyak mentah jenis direct burning dan fuel oil oleh perusahaan listrik di Jepang akibat terhentinya pengoperasian PLTN Kashiwazaki-Kariwa sejak tahun lalu.
Selengkapnya harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional selama Juni 2008, sebagai berikut:
- WTI (Nymex) naik US$ 8,56 per barel dari US$ 125,46 per barel menjadi US$ 134,02 per barel.
- Brent (IPE) naik US$ 9,43 per barel dari US$ 124,32 per barel menjadi US$ 133,74 per barel.
- Tapis (Platts) naik US$ 9,81 per barel dari US$ 131,15 per barel menjadi US$ 140,96 per barel.
- Basket OPEC naik US$ 8,56 per barel dari US$ 119,39 per barel menjadi US$ 127,95 per barel.
(ddn/qom)











































