Demikian dikatakan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan dalam acara pembukaan The 2nd Indonesia International Halal Exhibition (3 sampai 6 Juli 2008), Balai Kartini, Jakarta, Kamis (3/7/2008).
"Kita mengharapkan bisa 60% di Indonesia, pada tahun 2007 total di dunia mencapai US$ 1 triliun, tahun 2008 ini diharpkan bisa mencapai US$ 2,1 triliun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari total itu 80% lebih pada produk makanan dan minuman sedangkan diluar itu seperti kosmetik dan lain-lain," jelasnya.
Dikatakannya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap produk kosmetik yang bersertifikat halal masih rendah, masih jauh tertinggal dengan negara-nagara di Timur Tengah yang sudah waspada terhadap produk kosmetik halal.
"Dari hasil survei di Timteng kosmetika mengalami booming, seperti terbuat dari plasenta dan lainnya," paparnya.
Sementara itu Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Makanan MUI Nadratuzzaman Hoesein mengatakan bahwa sekarang ini produk halal sudah menjadi tren global, dan Indonesi berpotensi menjadi negara sentra labelisasi sertifkasi produk halal.
"Dari 2800 perusahaan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapat sertifikat, untuk luar negeri 51% perusahaan China, China itu raksasa besar, mereka juga berkomitmen untuk merapkan sertifkasi halal," tambahnya. (hen/ir)











































