Kebijakan itu berpotensi menggerus kinerja ekspor Indonesia. China berencana mengurangi pajak ekspor untuk produk tekstil dari dari 13% menjadi 11%.
Hal ini dikatakan oleh Dirjen Industri Logal Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari di gedung Depperin, Jakarta, Kamis (3/7/2008)
"Jika itu dipangkas, maka produk China makin murah. Dampaknya untuk Indonesia kompetisi di pasar internasional makin ketat," ungkapnya.
Menurut Ansari, China selama ini memberikan insentif untuk berbagai produk ekspor tekstil. Kebijakan tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekspornya.
Sementara itu Sekretaris eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy menilai, kebijakan pemerintah China tersebut akan membantu kinerja ekspor tesktil China.
Dikatakannya selain ekspor nasional yang terancam kompetisi makin ketat, pasar tekstil dalam negeri juga berpotensi dibanjiri produk China. Karena itu, API meminta pemerintah menyetop impor garmen dari China untuk sementara waktu.
"Kalau perlu ada larangan impor dari China mulai saat ini sampai Agustus 2008. Sementara kita hadapi berbagai masalah di dalam negeri, pemerintah China justrumemberikan insentif lebih banyak pada eksportir," jelasnya.
(hen/ir)










































