Menurut Manajer Distribusi PLN Disjaya Widodo Budi Nugroho, akibat pemeliharaan ini diperkirakan akan terjadi defisit sampai 150 MW setiap hari pada tanggal tersebut.
"Perawatan pipa pada 11-25 Juli 2008, sehingga pasokan gas untuk Muara Karang dan Tanjung Priok akan berhenti sementara, sehingga ada defisit yang akan terjadi di Jakarta Raya dan sekitarnya," jelasnya dalam keterangan pers di Kantor Area Jaringan Gambir, Jalan Yos Sudarso, Jakarta, Jumat (5/7/2008).
Pemadaman akan dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama pemadaman akan terjadi mulai pukul 08.00-15.00 WIB, dan sesi kedua mulai pukul 15.00-22.00 WIB.
Namun PLN belum mengeluarkan pengumuman resmi dimana wilayah yang mengalami pemadaman listrik. Namun PLN akan mengusahakan fasilitas umum diusakahan tidak akan mengalami pemadaman seperti rumah sakit, kantor media massa.
"Kami masih harapkan penurunan dari pelanggan. Kami mohon kurangi pemakaiannya, khususnya pada beban puncak untuk lebih mengurangi daerah pemadaman," katanya.
Pemeliharaan pipa ini merupakan hal yang sudah dijadwalkan dan direncanakan sejak 2007. Sehingga sebagai penggantinya, pasokan gas akan digantikan oleh minyak yang dipasok Pertamina.
Gas yang biasanya dipasok ke PLTGU Tanjung Priok (900 MW) sekitar 70-80 mmbtud, dan akan diganti oleh BBM jenis HSD sebanyak 40 ribu KL. Sementara gas yang dipasok ke PLTGU Muara Karang (600 MW) sekitar 54 mmbtud.
(lih/ddn)










































