Dirjen Perbendaharaan Depkeu Heri Purnomo menjelaskan, selain karena adanya anggaran yang masih dibintangi, rendahnya realisasi disebabkan karena ada lelang dan tender proyek yang belum tuntas.
Menurut data yang didapat detikFinance, Senin, (7/7/2008), realisasi belanja ini berada di bawah realisasi penerimaan dalam negeri hingga semester I-2008 yang mencapai 47,6% dari pagu APBN-P 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Herry, khusus untuk belanja pegawai bisa dipastikan sudah mencapai 50% dari pagu APBN-P 2008.
"Untuk belanja Pemerintah Pusat realisasinya 35,41%. Saya belum mendapatkan rinciannya, baik rincian realisasi belanja pegawai, modal, dan barang. Itu dikarenakan perhitungan penghematan anggaran Kementerian dan Lembaga nondepartemen sebesar 10 persen belum tuntas," tutur Herry.
Herry mengaku sebenarnya seluruh DIPA untuk anggaran tersebut sudah diteken. Namun pelaksanaannya tergantung pada daerah masing-masing.
"DIPA-nya sudah saya tanda tangani semua dan sudah diserahkan ke semua satker secara bertahap. Jadi sekarang terserah mereka," ujarnya.
Selain itu, untuk transfer ke daerah secara umum sudah mencapai 40% dari APBN-P. DAU telah direaliasikan 50%, DAK 30%, dan DBH 23 %.
Sementara untuk pembiayaan APBN-P 2008 tercatat sudah terealisasi 65% dari pagu APBN-P. "Sebagian besar berasal dari penerbitan SUN, karena memang sudah ditargetkan sebagian besar target penutupan defisit diarahkan dari penerbitan SBN. Khusus untuk SBN sendiri, realisasnya sudah mencapai 69% dari pagu APBN-P 2008," papar Herry.
Herry menuturkan, atas dengan kondisi rendahnya penyerapan belanja yang menurutnya masih di bawah normal, maka APBN-P 2008 masih surplus.
"Namun, di akhir tahun pasti akan bisa dicairkan, karena berdasarkan pengalaman yang lalu, memasuki pertengahan tahun seperti sekarang ini belum menunjukkan adanya realisasi belanja yang signifikan," katanya.
Dikatakan Herry tahun 2007 kondisinya malah lebih parah karena ada revisi DIPA mendekati akhir tahun yang menyebabkan waktu untuk merealisasikan proyek sangat sempit.
(dnl/qom)











































