Rasa jengkel yang memuncak kini dirasakan oleh masyarakat di Pekanbaru melihat kondisi pemadaman listrik. Sistem pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Pekanbaru tidak mengenal waktu lagi. Baik dipagi hari, siang, malam pemadaman listrik secara bergiliran ini telah menghantui masyarakat dalam kurun waktu dua pekan terakhir ini.
"Pemadamanan listrik sekarang ini tak ubahnya kita minum obat. Dalam sehari minimal terjadi pemadaman 3 kali dengan durasi 2 jam. Malah kadang pemadaman listrik ini yang kami rasakan bisa 4 kali dalam sehari," kata Suherman (34) warga Panam, Pekanbaru kepada detikFinance, Senin (7/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kadang kita jengkel itu, jam enam pagi listrik padam. Padahal pagi itu kan waktu yang sangat sibuk buat ibu-ibu rumah tangga. Kadang lagi masak, tiba-tiba listrik mati. Ini membuat kita kalang kabut," timpal Ny Elis Masyitoh (32) warga Panam, Pekanbaru.
Warga Pekanbaru lainnya juga mengeluhkan jadwal pemadaman listrik yang kian tak terkendali itu. Menurut Husein Harahap, padaman ini juga merugikan warga. Terutama soal barang-barang elektronik mereka yang banyak rusak akibat pemadaman bergilir itu.
"Bayangkan saja, dalam sehari ada 4 kali pemadaman listrik. Kalau sudah kayak gini, sudah pasti barang-barang elektronik kita, seperti kulkas, mesin cuci, televisi pasti akan segara rusak. Ini pengalaman kita yang sudah-sudah," kata Husein.
Pemadaman listrik yang dilakukan PLN ini, membuat warga pasrah dengan keadaan saat ini. "PLN inikan selalu ingin menang sendiri. Giliran barang-barang elektronik kita banyak yang rusak, PLN tidak mau bertanggungjawab. Tapi giliran kita telat membayar tagihan listrik, suka-suka PLN memberikan kita denda," kata Husein.
(cha/qom)










































