Omset Bisnis Rumahan Anjlok

Pemadaman di Pekanbaru

Omset Bisnis Rumahan Anjlok

- detikFinance
Senin, 07 Jul 2008 12:55 WIB
Pekanbaru - Sejumlah pelaku bisnis rumah tangga atau home industry di Pekanbaru mengalami kerugian akibat pemadaman listrik bergilir. Mereka mengaku Omsetnya turun dratis hingga 50 persen.

Kerugian terbesar salah satunya diderita pebisnis rental Play Station (PS) Di waktu musim liburan sekolah saat ini, mestinya mereka bisa menangguk untung. Namun kali ini, raihan untung tak bisa maksimal karena listrik yang selalu padam.

"Setiap hari libur PS kita ini ramai dikunjungi anak-anak. Tapi liburan kali ini, kita tidak dapat meraup untung maksimal. Ini karena ulah PLN yang melakukan pemadaman sampai 4 kali sehari," keluh Yoserizal pemilik PS di Jl Adi Sucipto, kepada detikFinance, Senin (7/7/2008) di Pekanbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yoserizal, biasanya hari libur dengan kondisi listrik yang normal, usaha rumah tangganya itu bisa meraup untung minimal Rp 150 ribu setiap harinya. Tapi keuntungan itu kini tidak dapat maksimal akibat pemadaman listrik  yang tidak kenal waktu.

"Kadang pemadaman pagi hari, siang dan malam. Omset kita jelas menurun drastis hingga 50 persen. Padahal hari liburan seperti ini merupakan berkah tersendiri buat  kami. Tapi sayang liburan kali ini kurang menguntungkan," kata Yos.

Keluhan yang sama juga dirasakan para pelaku bisnis warung internet (Warnet). Pemadaman bergilir yang terjadi saat ini sangat mengganggu usaha mereka.  

"Dua pekan ini omset kita jelas menurun. Ini semua ulah PLN yang melakukan pemadaman bergilir minimal 3 kali dalam sehari," kata Yuni (24) penjaga warga di Jl Soebrantas, Pekanbaru.

Lain lagi cerita pemilik warnet di Jl T Umar. Selain menyedikan warnet juga menyediakan cafe. Jika sudah terjadi pemadaman listrik, selain pelanggan warnet yang hengkang, cafe mereka juga turut sepi.

"Pendapatan dari hasil warnet dalam dua pekan ini menurun akibat pemadaman bergilir. Tidak cuma warnet kami saja yang kena imbasnya, cafe yang kami sediakan juga sepi pengunjung. karena memang sebagian pelanggan cafe kami itu justru orang-orang yang bermain internet," keluh Andre penjaga warnet.



(cha/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads