Â
Demikian disampaikan Kepala BP Migas R Priyono usai menemui Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Departemen ESDM, Jakarta, Senin (7/7/2008).
Â
"Masalah lifting sudah mulai berkurang, karena Pertamina menyewa 2 tanker tambahan," katanya.
Masalah tumpukan minyak tersebut sebelumnya menjadi bahan 'perselisihan' antara Pertamina dan BP Migas. BP Migas sebelumnya menyatakan akan menegur Pertamina karena dinilai menjual hasil produksi minyak mentah yagn masih tertimbun di tangki penimbunan.
Sementara Pertamina berkilah masalah tumpukan minyak itu timbul karena adanya kendala termasuk kurangnya jumlah tanker pengangkut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Priyono menambahkan, lifting pada bulan Juni 2008 sudah melebihi 1 juta barel per hari. Lifting yang cukup tinggi ini sekaligus merupakan kompensasi lifting yang belum terangkut beberapa bulan lalu.
Â
"Kalau rata-rata dari Januari, lifting sudah mencapai rata-rata 933-an ribu barel per hari. Kalau produksi bulan Juni saja, tercatat sebanyak 1,080 juta barel per hari." ujarnya. (lih/qom)










































