Pengalihan Jam Kerja Industri Kontradiktif Untuk Otomotif

Pengalihan Jam Kerja Industri Kontradiktif Untuk Otomotif

- detikFinance
Selasa, 08 Jul 2008 11:10 WIB
Pengalihan Jam Kerja Industri Kontradiktif Untuk Otomotif
Jakarta - Kebijakan pengalihan jam kerja industri dinilai sebagai kebijakan yang kontraproduktif. Aturan ini susah diterapkan di industri khususnya sektor otomotif.

Hal tersebut disampaikan Presdir PT Indomobil Sukses International Tbk Gunadi Sindhuwinata di sela-sela Bisnis Award di Hotel Shangri-La, Senin malam (7/7/2008).

"Kebijakan ini sebenarnya kontraproduktif, memang sekarang mengejar ketersediaan pasokan listrik dan itu butuh waktu. Produksi tidak akan berkurang kalau shift masih bisa diatur. Pengaturan hari kerja ini susah, tetapi kita pilih yang terbaik dari terjelek," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah saat ini tengah menggodok Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang pengalihan jam kerja industri. SKB ini rencananya akan efektif bulan Oktober.
 
Sektor otomotif dipastikan akan terkena rencana pengalihan jam kerja karena selama ini hampir semua industri otomotif menerapkan sistem 2 shift pekerja. Namun ada beberapa pengerjaan tertentu untuk pengerjaan logam yang harus dikerjakan dengan 3 shift pekerja.

"Untuk otomotif harus selektif, sekarang untuk perakitan dan pengecoran agak susah karena jalannya hampir 3 shift, atau 2 shift plus. Mesin perlu dipanaskan dan tidak bisa berhenti di tengah jalan.

Menurut Gunadi pihaknya menilai tidak ada pilihan lain dari kebijakan ini. Namun dia menekankan setelah ada aturan tersebut, listrik dari PLN harus benar-benar dijamin kepastian pasokannya.
(ddn/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads