Biaya Sekolah Picu Inflasi Juli

Biaya Sekolah Picu Inflasi Juli

- detikFinance
Selasa, 08 Jul 2008 12:45 WIB
Biaya Sekolah Picu Inflasi Juli
Jakarta - Pertengahan tahun ini, biaya pendidikan khususnya SMA dan perguruan tinggi akan meningkat, inflasi Juli pun harus diwaspadai karena peningkatan harga di luar komoditas pangan ini.
 
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai acara persiapan NSW Tahap II di Graha Sawala, Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (8/7/2008).
 
"Untuk komoditas non makanan, terutama pada pertengahan bulan ini, yang harus kita waspadai adalah biaya pendidikan, karena biasanya sekolah-sekolah walaupun mereka mengatakan gratis di berbagai tempat tetapi bobotnya bisa berbagai ke sekolah yang di atas wajib belajar, seperti SMA maupun perguruan tinggi," tuturnya.
 
Dengan masuknya perhitungan biaya pendidikan sekolah yang meningkat tajam, maka inflasi bulan Juli ini diperkirakan akan tinggi, apalagi dampak kenaikan BBM bulan Mei lalu masih akan terasa pada perhitungan inflasi bulan ini.
 
"Jadi kita melihat komponen non makanan seperti biaya pendidikan, non makanan yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga BBM ini, masalah listrik dan lain-lain ini juga perlu kita waspadai," jelasnya.
 
Selain itu, Sri Mulyani mengatakan dengan kenaikan harga minyak yang tinggi saat ini, pengaruh inflasi juga akan masuk langsung melalui biaya produksi perusahaan-perusahaan yang mengkonsumsi BBM tidak bersubsidi.
 
"Seperti saya sebutkan untuk 2008 ini kita melihat inflasi mungkin ada di sekitar 10-11%, kita masih berharap pada semester kedua, evaluasi kita terhadap inflasi kemungkinan dari sisi bahan makanan," katanya.
 
Tapi Sri Mulyani melihat stok pangan nasional masih aman dan bisa menghadapi berbagai situasi.

"Jadi stablitas cukup bisa dijanjikan, meskipun kita tetap hati-hati karena kita mendekati hari raya, puasa dan natal pada akhir tahun. Jadi kita akan melihat dari sisi manajemen stok, tapi overall untuk pangan, nampaknya cukup aman sampai akhir tahun," paparnya.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads